PADANG, Fakta Hukum Delik — Hari Kesaktian Pancasila 2026 tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombespol Reza Chairul Akbar Sidiq, SH, S.IK, MH, menyerukan agar momentum 1 Oktober benar-benar diwujudkan melalui penguatan persatuan, kepedulian, kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Dirlantas Polda Sumbar bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.IK, M.IK, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Kombespol Reza menegaskan, nilai Pancasila tidak cukup hanya diucapkan dalam momentum peringatan. Nilai tersebut harus terlihat dalam perilaku masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas setiap aparatur negara.
“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk kembali memperkuat semangat persatuan, kebersamaan dan kepedulian,” tegas Kombespol Reza.
Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa dan latar belakang tidak boleh menjadi celah yang dimanfaatkan untuk memecah persatuan.
Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan masyarakat, ia mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan toleransi, saling menghormati serta semangat gotong royong.
Pancasila Harus Tercermin dalam Pelayanan Polisi
Dirlantas Polda Sumbar juga menekankan bahwa pengamalan Pancasila harus tercermin dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Pelayanan kepada masyarakat, menurutnya, harus dilakukan secara humanis, profesional dan penuh tanggung jawab.
“Memberikan pelayanan dengan humanis, menghormati masyarakat, menjaga persatuan dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab merupakan bagian dari upaya mengimplementasikan nilai-nilai tersebut,” ujarnya.
Tertib Berlalu Lintas Jadi Bentuk Nyata Kepedulian
Sebagai institusi yang memiliki tugas utama di bidang lalu lintas, Ditlantas Polda Sumbar turut mengaitkan semangat Pancasila dengan budaya tertib berlalu lintas.
Kepatuhan terhadap aturan, menghormati sesama pengguna jalan dan mengutamakan keselamatan dinilai sebagai bentuk sederhana dari tanggung jawab sosial.
Pengendara diminta tidak mengabaikan rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Dalam kehidupan sehari-hari, nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menghormati sesama, mematuhi aturan, menjaga ketertiban dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan orang lain. Termasuk di jalan raya, setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan keamanan dan keselamatan bersama,” tegas Kombespol Reza.
Generasi Muda Jangan Mudah Terprovokasi
Kombespol Reza juga memberikan perhatian terhadap generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Ia mengajak generasi muda menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga etika dalam menyampaikan pendapat.
“Kami berharap generasi muda terus mencintai bangsa dan negara, memahami nilai-nilai Pancasila serta mampu menjadi generasi yang menjaga persatuan. Perbedaan jangan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” harapnya.
Dirlantas: Persatuan Bukan Sekadar Slogan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa persatuan harus dibangun melalui tindakan nyata.
Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat Sumatera Barat menjaga kerukunan, menaati aturan, memperkuat toleransi dan membangun kepedulian terhadap keselamatan serta ketertiban bersama.
“Mari kita jaga Indonesia dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kerukunan, menaati aturan dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, tertib serta nyaman,” pungkas Dirlantas Polda Sumbar.
Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya berlaku pada 1 Oktober. Nilai persatuan, gotong royong, toleransi dan kepedulian harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setiap hari...(Putri)

0 Komentar